Teruslah berjalan dalam kebenaran walau itu adalah penyebab kematianmu!!

Sabtu, 31 Maret 2012

langkah tanpa menyerah


terhenti sejenak langkahku,,

Kujumpai mentari senja pergi seperti memeluk bebukitan,

menggantung jubah emas dalam mega mega putih di ujung ku memandang,

hiliran senyawa pelangi semakin sarat ilusi.

hingga memaksa bidadari turun untuk saksi keindahannya.

kudapati air bengawan, dan sedikit kuusapkan muka ini.

Tampaknya sore begitu hangat menyapa alam yang masih bersahabat.

jelang petang aku masih memandang, remang tak menghalang saat lamunan masih melayang,

terawang dalam kelam meratapi hati yang kian temaram.

terusik lagi kenangan indah saat kita masih habiskan hari,

jejak langkahmu masih hangat terasa,

meski entah berapa purnama kau telah melangkah.

bergemuruh indraloka terkidung sangsakala adiluhung,

terdentang bait indah candra sengkala.

aku merintih habiskan peluh bermunajat jumpai trihabsariku,

malam tiba, dan sang mentari berlalu dari hadapanku,

aku lanjutkan kembali melangkah bersama rembulan,

takkan pernah lelah endusi jejakmu walau kian sayu,

Jumat, 30 Maret 2012

Manusia Bodoh Mencari Cinta


Awalnya aku tak pernah menyangka bahwa ku jatuh cinta padanya,,
Dia baru hadir dalam kehidupanku tiba-tiba berubah menjadi seseorang yang selalu hiasi pikiranku..
Namanya,, Angel dialah penyebab semuannya ini..
“Kamu tahu dia baru saja putus lho!” kata-kata Roby sentak membuatku tersadar dari lamunanku.. Roby adalah teman Angel sejak kecil..
“Hah?? Kenapa?? Gimana ceritanya??”
“ Entahlah yang ku tahu sehari sesudah ulang tahunnya mereka berdua putus..”
“Apa saja sih yang terjadi??” Tanyaku penasaran..
“ Jadi ceritanya Roy dan aku mengerjainya,, Aku bilang Roy kecelakaan dan masuk rumah sakit,, Angel sampe nangis lho.. mendengar Angel menangis,, akhirnya Roy keluar dari kamar mandiku,, dengan menyanyikan lagu happy birthday sambil membawa kue untuknya.. romantiskan??”
“ Iya,, romantic,, tapi kenapa sampai mereka berdua putus??”
“Hal itulah yang membuatku kebingungan,, mungkin dia dilarang pacaran?? Kenapa sih kamu mau tahu??”
“Nggaklah cuma pengan tahu aja” inilah awal aku ingin lebih mengenalnya..

Pengenalan pun ku lakukan,, tak terlalu sulit,, karena dia orangnya mudah bergaul,, dan asyik diajak ngobrol..
Terus bersamanya membuatku ingin lebih dekat dengannya,,  dan akhirnya aku dan dia sangat dekat hampir pacaran walaupun waktu itu aku tahu ada lebih dari 2 cowok yang sedang mendekatinya atau sedang pacaran dengannya,, entahlah!!
Aku seakan tak peduli dengan semuanya itu,, karena ku tahu cintaku untuknya walau hatinya bukan untukku.. tapi semua itu tak cukup tuk membuatnya mempercayaiku sedikit saja.. dia lebih mempercayai orang lain yang akhirnya membuat hubunganku dengannya hancur..
Sakit,, perih,, menyedihkan tak cukup tuk menggambarkan keadaanku.. aku bak burung yang kehilangan sayapnya..
Ku sadari aku yang salah,, walau permintaan maafku tak pernah dia jawab..
“Sebesar itukah kesalahanku??” kata-kata ini yang selalu kupikirkan dengan rasa bersalah..
Tiap hari dalam hidupku serasa hampa tanpanya.. tak ada yang pernah bisa dan mampu menggantikan tempatnya dihatiku.. walau telah kucoba..
Roby selalu meyakinkan ku tuk menunggunya walau awalnya Roby tak pernah mendukungku dengan Angel..
Hampir setahun aku dan dia tak pernah ada kontak sedikit pun,,namun hatiku terus menantinya,, sampai tepat di malam natal aku kembali berbicara dengannya,, saling meminta maaf dan memaafkan semua peristiwa yang terjadi dimasa lalu,, bagiku saat bicara dengannya pada malam natal itu membuatku percaya “Miracle of Christmas is real..”
Hari-hariku sontak berubah menjadi lebih berwarna,, jujur saja aku merasakan bak bangkit dari kematian.. tapi kebahagiaanku tak berlangsung lama..
Menjelang weekend aku mengajak Angel dan Roby untuk lunch,, yang menariknya ketika Angel menceritakan semua kisah cintannya..
“Aku tak pernah lagi serius menjalani hubungan cinta sejak putus dari Roy,, termasuk denganmu,, telah terhitung 15 orang dalam daftar mantan pacarku,, sekarang saja ada 3 cowok yang menjadi pacarku,, emangnya cuma cowok aja yang bisa mempermainkan wanita?? Lagian sekarang waktunya untuk bermain-main ntar kuliah baru aku insyaf.. hahahahaha”
Aku hanya bisa menatap Angel dengan senyuman walau hatiku remuk dengan kata-katanya..
Walau aku tahu semuanya itu,, aku masih sempat berharap,, berharap bias bersamanya lagi seperti dulu namun semuannya hanya tinggal angan..
“Buatlah dirimu berharga di depan satu cinta,, Menyatu pada satu hati,, Setialah pada satu nama yang mampu membuatmu bahagia,, Berikan cinta itu dengan setulus-tulusnya kepada orang yang kamu sayangi,, Tak peru sibuk menebar pesona pada banyak hati,, Karena sesungguhnya hati yang tulus hanya butuh satu cinta..”
Aku memang manusia bodoh yang mencintainya.. tapi lebih bodoh lagi jika ku membencinya..
Aku dan dia hanya dapat bersatu dalam mimpi-mimpi indahku..

The End

Kamis, 29 Maret 2012

Akhir Kisahku


Tediam sepi ku dihujung pagi,
lelah sudah kugadangkan mata ini,
bukan sengaja ku begini,
namun rasa hati meresahkan diri,

beribu jengkal perjalanan hidup tlah kita lewati,
dalam sebuah kebersamaan meski tanpa akuan,
ku bertahan karna kasihku tlah tertanam
meskipun kesal dengan rinduku yang tertahan

jika mungkin dulu kita tiada pernah bersua
mungkin lara takkan kurasa
namun perjumpaan kita tlah pun ada pengaturnya
hingga kini semakin dekat pada peghujungnya

maafkan aku jika tak mampu ku hentikan lajunya waktu,
yang memaksaku berlalu karna memang bukan disini letak pijakku
ampunkan aku jika tak daya ku pertahankan arah asaku
karna tak pernah kau hadirkan hujan dalam panasku,,
hingga sayap pelangiku tak mampu kepakkan warna indah dalam langitmu,,
tiada harapan lain hendak kucanggahkan padamu,
hanya satu ku belas darimu,,
ingatlah aku dalam setiap do'amu..

Rabu, 28 Maret 2012

Mimpi


Berjalan diantara keasingan..
menyusuri duri-duri kehidupan..
melangkah tak tentu arah,cari arti diri..
bagai pengembara cinta..
berpetualang diantara ribuan jiwa..
hadirkan lelah, hadirkan marah..
terhantam terjangan ombak..
terlolong jeritan jiwa..
terdiam dalam resah..
ragapun tertelap gelisah..

roh melayang diantara malam..
tiada temukan arti diri..
terpanah cinta jiwa sang malam..
berjalan melayang..
susuri mimpi tertatih..
diantara sayap hati yang patah..

membelah ketakutan..
nyanyikan kidung sendu..
gemakan gaung cinta..
bagai membahana angkasa..
getarkan jiwa-jiwa sang pecinta..
bangkitkan kepakan sayap layu..
terbang diantara bintang..
bawa diri temui cahaya..
terangi perjalanan menuju samudra cinta..

hadirkan rindu bergemuruh kelu..
jiwa menjerit diantara malam..
rintihan perih diantara helaan nafas..
teraih tak tergapai..
sisakan rindu berbalut sendu..
terhempas pada mimpi malam..
menepi cari arti diri pada malam sepi..
kembali sendiri bersama sunyi..

Selasa, 27 Maret 2012

Anganku


sayup ku tatap bintang berkerlip memagar sang bulan,,
gemuruh ombak dipantai retakkan tegar malam yang slalu terdiam sunyi dalam gelapnya,,

anganku berambus bersama hembus angin yang kian dingin,,
kurenung rasa hati yang seakan lena enggan terjaga,,
tak lagi kurasa gelora asa dalam dada..
tak lagi kurasa gejolak hati membakar semangat diri,,
kegagalan warnai jalanku ketika ini,,
hingga melemahkan setiap jengkal langkahku..

bisu asaku seakan kelu,,
bagai karang yang hanya mampu terdiam kaku
menahan setiap hentaman ombak yang bertalu,,
dan kini kuterdiam coba tegarkan angan,,
dan percaya bahwa badai pasti berlalu

Senin, 26 Maret 2012

wish you were here


I can be tough, I can be strong
But with you, it’s not like that at all
There’s a girl that gives a shit
Behind this wall you just walk through it
And I remember

All those crazy things you said
You left them running through my head
You’re always there, you’re everywhere
Right now I wish you were here

All those crazy things we did
Didn’t think about it, just went with it
You’re always there, you’re everywhere
But right now I wish you were here

(Chorus)
Damn! Damn! Damn!
What I’d do to have you here, here, here
(I wish you were here)
Damn! Damn! Damn!
What I’d do to have you near, near, near
(I wish you were here)
I love, the way you are
It’s who I am, don’t have to try hard
We always say, say it like it is
And the truth, is that I really miss

All those crazy things you said
You left them running through my head
You’re always there, you’re everywhere
Right now I wish you were here

All those crazy things we did
Didn’t think about it, just went with it
You’re always there, you’re everywhere
But right now I wish you were here

(Chorus)
Damn! Damn! Damn!
What I’d do to have you here, here, here
(I wish you were here)
Damn! Damn! Damn!
What I’d do to have you near, near, near
(I wish you were here)

No, I don’t wanna let go
I just wanna let you know
That I, never wanna let go
Let go oh oh (x2)

(Chorus)
Damn! Damn! Damn!
What I’d do to have you here, here, here
(I wish you were here)
Damn! Damn! Damn!
What I’d do to have you near, near, near
(I wish you were here)
Avril Lavigne – Wish You Were Here Lyrics

Minggu, 25 Maret 2012

Let's break up

Someone told me that we're compatible..
That we've met well..
Someone told me that we'll last forever..
But that was then..
Lie,, lie,, lie,, lie,, lie..
It was all a lie..
Lie,, lie,, lie,, lie,, lie..
Everything..
Lie,, lie,, lie,, lie,, lie..
Now..
Let's break up..
Let's not meet again..
Even if sometimes we're sad..
We can only smile at the memories..
Lastly,, i've nothing else for you except this..
Let's live in prefence and denial from now on..

Someone told me that memories are beautiful..
But that was then..
Lie,, lie,, lie,, lie,, lie..
It was all a lie..
Lie,, lie,, lie,, lie,, lie..
Everything..
Lie,, lie,, lie,, lie,, lie..
Now..
Let's break up..
Let's not meet again..
Even if sometimes we're sad..
We can only smile at the memories..
Lastly,, i've nothing else for you except this..
Let's live in prefence and denial from now on..

Like the happiness we once had..
I'll leave all the happiness with you..
Lie,, lie,, lie,, lie,, lie..
All the tears..
Lie,, lie,, lie,, lie,, lie..
I'll take it away..
So that you'll be able to smile..
I've always lived for you..
I know you better than anyone else..
Now,, i'll have to send you off for your own happiness..
Forgetting the love we have shared..
Let's live like that..
Let's live like that..

Sabtu, 24 Maret 2012

6 Gifts of Jesus Resurrection


1 Kor. 15:12-20

Filipi 3:10-11
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam pernderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.”
Hari-hari ini, sangatlah jarang kita membicarakan tentang kebangkitan Yesus. Justru mungkin kita lebih sering berbicara tentang kematian Yesus daripada kebangkitan-Nya. Tetapi sesungguhnya pusat atau inti dari kepercayaan kita terletak dalam kebangkitan-Nya, bukan kematian-Nya. Suatu hal yang biasa bagi suatu pemimpin agama untuk mengalami sebuah kematian, bahkan seluruh pemimpin agama yang ada tidak pernah luput dari kematian. Namun hanya satu yang mengalami kebangkitan, dan inilah yang membedakan kepercayaan kita dengan kepercayaan-kepercayaan lainnya, namanya Yesus.

Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, sangat jelas menyatakan bahwa kebangkitan Kristus adalah dasar dari kepercayaan kita :
“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu…” (1 Korintus 15:14-20). Kepercayaan dan pelayanan kita tidak ada artinya bila Kristus tidak dibangkitkan dari kematian.
Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Yesus telah dibangkitkan dari kematian sebagai yang pertama (sulung), dan kita sebagai umat yang percaya pun maka akan mengalami kebangkitan yang sama seperti Dia (Kolose 1:15,18). Inilah pengharapan buat kita, dan inilah alasan mengapa kepercayaan kita tidak akan sia-sia. Lalu, mengapa kebangkitan Kristus ini sangat krusial bagi hidup kita ? Rasul Paulus mengemukakan 6 kebutuhan mendasar manusia yang hanya dapat terpenuhkan melalui kebangkitan Yesus. The Six Gifts of Jesus Resurrection are :

1. Dosa kita diampuni

- “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu, dan kamu masih hidup dalam dosamu.” (1 Kor. 15:17). Saya percaya bahwa yang membebaskan kita dari dosa adalah kuasa kebangkitan-Nya, tidak cukup hanya dengan kematian-Nya.
- Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, namun kebangkitan Yesus adalah tanda kemenangan-Nya atas maut. (1 Kor. 15:3-4)
- Kematian Yesus adalah karena pelanggaran kita, namun kebangkitan-Nya karena pembenaran kita (Rom. 4:25)

2. Kepercayaan kita tidak sia-sia
- Kebangkitan Yesus membangun suatu dasar untuk iman kepercayaan kita (1 Kor. 15:14). Iman kita tidak lah kosong dan sia-sia. Kita mempunyai sesosok pribadi yang dapat selalu kita harapkan, pribadi yang tidak akan pernah mengecewakan kita, pribadi yang mampu memenuhi segala kebutuhan kita, dan yang terpenting ialah, sesosok pribadi yang sangat mengasihi kita dan memberikan diri-Nya bagi kita, dan hidup bersama-sama di dalam kita (Galatia 2:20).

3. Kita menemukan kebenaran
- Karena Kristus benar-benar telah dibangkitkan, maka kita juga dibenarkan untuk menjadi saksi-saksi Allah (1 Kor. 15:15). Jikalau Kristus tidak dibangkitkan, maka kita menjadi saksi dusta terhadap Allah, dan pemberitaan kita akan Kristus menjadi sia-sia.
- Namun karena Yesus sungguh telah bangkit maka kita bisa menemukan kebenaran yang sejati di dalam Kristus, dan satu-satunya kebenaran yang sejati ialah Yesus (Yoh. 14:6). Di dalam kehidupan, kita lebih sering lebih percaya terhadap pengetahuan (knowledge) kita dan apa yang terlihat di depan mata kita meskipun itu bukan kebenaran yang sejati. Kebenaran yang sejati hanya terdapat dalam Kristus, melalui frman-Nya, bukan pikiran kita. Contoh : Dengan jelas firman Tuhan berkata bahwa berkat Tuhanlah yang menjadikan kita kaya, namun banyak sekali dari kita yang mencari kekayaan lewat perkerjaan kita. Alhasil, kita pun lebih mengutamakan pekerjaan kita daripada pelayanan kita.

4. Hidup kita diingini oleh orang lain
- Saya percaya bahwa sudah sekadarnya untuk orang lain iri terhadap kehidupan kita. Ini adalah hal yang sangat normal bagi orang-orang percaya. Coba kita renungkan sejenak : Bila kita percaya bahwa kuasa kebangkitan Kristus ada dalam kehidupan kita, maka pasti hidup kita akan menjadi lebih daripada kehidupan yang biasa-biasa saja. Orang lain pasti akan bertanya-tanya mengapa hidup kita begitu berbeda.
- Yohanes 10:10 berkata bahwa Kristus datang untuk memberikan hidup, dan hidup yang penuh dengan kelimpahannya. Tuhan pun menjanjikan hal ini dalam Matius 6:33 “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.
- Kebangkitan Kristus pun membuat kita menjadi layak untuk menerima berkat Abraham, yaitu berkat untuk hidup lanjut umur dengan berkat dalam segala hal, tentunya termasuk kesehatan (Kejadian 24:1).
- Namun apakah tujuan Tuhan hanya untuk ini ? Tentu tidak. Kebangkitan Kristus memberikan kita sebuah tujuan (purpose) untuk melayani Dia (Efesus 4:8,11). Rasul Paulus pun berkata dalam Efesus 4:12 bahwa tujuan ini adalah untuk : “memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus”

5. Pelayanan kita tidak sia-sia
- Karena Kristus sungguh telah bangkit, maka pelayanan kita menjadi valid, berarti, bermakna, dan bertujuan (1 Kor. 15:14)
- Tuhan telah berjanji bahwa ada upah (reward) bagi pelayanan kita, dan kebangkitan Kristus memberikan peneguhan kepada kita bahwa pelayanan kita tidak akan pernah sia-sia ( Kolose 3:23-24, 2 Kor. 4:17, 1 Kor. 3:8, Ibr. 10:35-36). Pelayanan apapun yang saudara lakukan, entah itu terlihat oleh manusia atau tidak, tidak akan pernah sia-sia. Tidak ada pelayanan yang luput dari pandangan Tuhan. God will reward you !
- Kitab wahyu pun mencatat, bahwa Tuhan akan memberi kita upah, dalam kehidupan yang kekal, sesuai dengan pemberitaan kita akan Kristus (Wahyu 1:5-6, 5:9-10, 20:4-6). Kristus akan menjadi raja atas kita, dan kita akan memerintah bersama-sama dengan Dia sampai selama-lamanya.

6. Kehidupan yang kekal
- Karena Kristus bangkit, maka kita pun akan dihidupkan kembali dalam perseketuan dengan-Nya (1 Kor. 15:18,22)
- Kehidupan di masa sekarang pun menjadi penuh arti karena kita tahu bahwa kita mempunyai tujuan yang pasti, yaitu kehidupan yang kekal bersama Kristus. Alhasil, kita pun akan sangat berhati-hati dalam menghidupi kehidupan kita yang sekarang karena kita tahu bahwa Kristus memiliki maksud yang mulia atas hidup kita (2 Tim. 2:20-21).
- Mungkin ayat yang paling kita kenal adalah Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal , supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Dalam ayat ini yang dimaksudkan dengan ‘dunia’ bukanlah ‘bumi’, melainkan dalam arti yang sebenarnya ialah ‘cosmos’.
- Cosmos berbicara tentang: order atau struktur atau tatanan yang Tuhan telah ciptakan sesuai dengan rencana-Nya yang mula-mula. Bumi, manusia, dan seluruh ciptaan-Nya hanyalah bagian dari sesuatu gambaran yang lebih besar, yaitu cosmos ini. Dengan kata lain, tujuan penyelamatan dunia ini tidak hanya sampai kepada penebusan dosa, lalu masuk sorga, melainkan untuk mengembalikan kembali ‘Cosmos’ ini kepada tujuan Allah yang mula-mula.
- Wahyu 11:15 menggambarkan tujuan Allah atas cosmos ini dengan jelas : “Pemerintahan atas dunia (Cosmos) dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapiNya, dan Ia akan memerintah sebagai raja selama-lamanya.”
- Inilah juga mengapa seringkali ayat ini disalah mengerti oleh kita. Kata “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…” tidak berbicara tentang intensitas, karena intensitas kasih Tuhan tidak pernah berubah-ubah. Kasihnya selalu besar, dan tidak pernah berkurang atau bertambah sesuai dengan kebaikan atau keburukan kita. Tetapi maksud ayat ini adalah untuk menunjukkan kepada kita bahwa Allah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal untuk memulihkan kembali ‘Cosmos” yang telah Ia ciptakan dengan tujuan-Nya yang mula-mula.
Firman Tuhan berkata dalam Yohanes 10:10 bahwa hidup, dan hidup yang berkelimpahan, hanyalah terdapat di dalam Kristus. Banyak orang yang kaya secara material, tetapi tidak hidup dalam kelimpahan (kesehatan, kebahagian, dll.) karena hidup yang sebenarnya hanya dapat kita temukan di dalam Kristus. Amin.

-Ps. Samuel Yusuf-
-ROCK JAKARTA-

Jumat, 23 Maret 2012

BE SPOTLESS


Melalui Efesus 5:22-25, kita belajar bahwa hanya Tuhan Yesus yang sanggup membuat kita tanpa noda. Noda itu tidak perlu besar, kecil saja tapi berbahaya. Contohnya, Simson jatuh dalam dosa karena Delilah, dan itu di Gaza, Gaza adalah suatu area dalam diri kita dimana kita biarkan iblis bermain-main disana. Kalau kita membiarkan noda tersebut tidak dibereskan dalam diri kita, berarti kita membuka celah untuk iblis mengintimidasi kita.

Ingat! Standard kehidupan kita berbeda dengan dunia. Kebenaran adalah tetap kebenaran dan kita harus mengerti area mana saja yang Tuhan inginkan dalam hidup kita tanpa noda, kerut, cacat dan cela.  Ibrani 12;14, Kejarlah kekudusan, karena tanpa kekudusan tidak ada seorangpun dapat melihat Tuhan. 1 Tesalonika 5:23, Tuhan mau kekudusan yang sepenuhnya. 
Ada 3 area dalam hidup kita yang harus dikuduskan :

1. Roh. Disucikan dan dikuduskan, dimulai dengan pertobatan kita dan menerima Yesus sebagai Tuhan, Raja dan Juruselamat. Kekudusan itu progresif dan harus diusahakan terus menerus. Ada 3 macam pengudusan, Positional sanctification dimana roh kita disempurnakan oleh karena Yesus Tuhan. Pengudusan (sanctification) yang lainnya adalah Progresive sanctification , yaitu melibatkan usaha kita untuk hidup dalam kekudusan. Sedangkan Perfected sanctification terjadi,  saat kita bertemu dengan Tuhan Yesus muka dengan muka.

2. Jiwa. Didalam jiwa terdapat pikiran kita. Kita harus memberikan pikiran kita disucikan dan dikuduskan. Tidak ada yang kebal dari dosa, kecuali Tuhan Yesus. Orang yang jatuh dalam dosa perselingkuhan dimulai dari pikiran. You are what you think! (Anda adalah apa yang anda pikirkan). Cara kita membersihkan noda-noda dalam pikiran kita, adalah dengan memperkatakan darah Yesus. Filipi 4:8, latihlah pikiran kita, sehingga selamat pikiran kita. Disaat iblis mengintimidasi pikiran kita, pikirkanlah Firman Tuhan. Perasaan juga harus dijaga, jangan biarkan kepahitan menguasai hatimu. Minta ampun dan lepaskan pengampunan, itu akan membebaskan anda. Jangan biarkan noda kepahitan, dendam, sakit hati menguasai perasaanmu. Kehendak, keinginan harus didisiplin. Bedakan antara kehendak dan kebutuhan. Kalau tidak kita dikendalikan oleh keinginan kita dan kita terjerumus dalamnya. Kalau kita tidak mau dengar-dengaran sama Tuhan, kadang Tuhan ijinkan “setrika panas” datang atas kita, supaya kita tanpa kerut dan noda. Kekudusan adalah perintah Tuhan yang haru ditaati.

3. Tubuh. Jiwa ada didalam tubuh kita, apabila ada sakit penyakit, periksa apakah kita masih ada geram, amarah, kecewa, dan lain-lain. Disaat kita membereskan hal itu dihadapan Tuhan, maka kesembuhan dalam tubuh kita akan terjadi 

2 Petrus 3:14, be spotless juga termasuk soal keuangan. Bagaimana dengan perpuluhan anda? Mulai disiplin dengan soal keuangan, belajar jujur soal keuangan. Dengan kita belajar jujur soal keuangan, kita akan menjadi generasi yang tidak meminta-minta, tetapi generasi yang memberkati.  2 Petrus 3:18, bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan. Tidak cukup kita datang seminggu sekali digereja. Harus ada komunitas orang-orang kudus, salah satunya komsel, ada saudara seiman yang mengingatkan kita. Baca Alkitab tiap hari, ambil waktu untuk bersekutu dengan Tuhan setiap hari. 

Melalui roh, jiwa dan tubuh yang dikuduskan oleh darah Anak Domba didalam Yesus Kristus Tuhan maka kita dimampukan untuk hidup tanpa noda dan cela,  berjalan didalam kuasa Kerajaan. Bersama Yesus kita lakukan perkara yang besar, Kerajaan Allah dinyatakan.

-PS.RONNY DAUD SIMEON-
-ROCK JAKARTA-

Kamis, 22 Maret 2012

Perjalanan ke puncak gunung « Sermon


Kejadian 22: 1-14
Pada mulanya, Tuhan memberkati manusia dengan empat berkat: be fruitful and multiply; fill the earth; subdue it; have dominion. Namun setelah banjir Nuh, berkat-berkat tersebut berubah menjadi dua: be fruitful and fill the earth. Semua cerita di Alkitab setelah insiden ini, mempunyai satu tema, yaitu pemulihan dan penebusan. Tuhan sedang bekerja untuk memulihkan ciptaan-Nya ke tujuan aslinya.
Dalam rangka memulihkan kekuasaan di Bumi, ada tujuh gunung yang perlu kita taklukan: agama, pendidikan, keluarga, pemerintahan, seni, media, ekonomi. Tujuh gunung ini mengambarkan: kuasa, kekayaan, hikmat, kekuatan, hormat, kemuliaan, dan puji2an (Wahyu 5:12). Mereka juga mengambarkan tujuh suku yang harus ditaklukan bangsa Israel sebelum mereka memasuki tanah perjanjian.
Tanah Perjanjian mengambarkan kegenapan Janji-janji Allah, tanah penuh dengan susu dan madu. Ide yang digambarkan adalah bahwa tanah perjanjian merupakan bagian hidup dimana kita berhasil mencapai gunung-gunung kita (mimpi dan tujuan). Bangsa Israel menghabiskan empat puluh tahun di padang gurun sebelum memasuki tanah perjanjian. Namun Tuhan mengatakan kepada Musa bahwa sesuatu yang kurang baik akan terjadi ketika Israel akhirnya mencapai Tanah Perjanjian.
Ulangan 31:20. Apakah merupakan suatu kesalahan untuk masuk ke Tanah Perjanjian? Tentu tidak. Memasuki Tanah Perjanjian dan menikmati tanah penuh dengan susu dan madu adalah isi hati Allah bagi Israel, sama seperti isi hati Tuhan bagi setiap kita untuk hidup dalam berkat-Nya yang berkelimpahan. Sejak kejatuhan Adam dan Hawa, Tuhan bekerja untuk mengembalikan ciptaan ke tujuan aslinya, termasuk pemulihan kekuasaan kepada umat manusia. Adalah ide dan keinginan Tuhan bagi umat-Nya untuk berkembang dan menaklukkan tujuh gunung. Tetapi kemudian, mengapa pengenapan janji Allah kepada Israel membuat mereka untuk menolak Tuhan dan melanggar perjanjian-Nya? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan mengamati kehidupan seorang manusia, yang Tuhan telah pilih untuk memulai proses pemulihan-Nya – Abraham

Kejadian 12:1-3. Ketika Allah memulai hubungan-Nya dengan Abram, Dia memulainya dengan janji – janji yang Abram tidak pantas terima atau minta. Semuanya adalah ide Allah. Tuhan tidak memberikan Abram peraturan-peraturan untuk menerima janji. Dia hanya meminta Abram untuk pergi dan menerima janji. Undangan untuk memasuki hubungan erat dengan Allah selalu diawali dan dimulai oleh Allah.
Panggilan Allah meminta Abram untuk meninggalkan masa lalunya, namun pangilan itu juga memberikan janji untuk masa depan. Pada saat itu Abram sudah cukup kaya, dia memiliki banyak harta. Tapi ada satu hal yang kurang dari hidupnya, seorang keturunan. Janji Tuhan untuk Abram adalah bahwa Dia akan membuat Abram menjadi bangsa yang besar, yang berarti ia harus memiliki seorang anak.
Tahun-tahun berubah menjadi dekade,dan janji ilahi menjadi lebih dan lebih sulit untuk dipercaya. Sarai memberikan saran bagi Abram untuk memiliki anak melalui hamba-nya, Hagar. Bukannya membawa berkat, Abram dan Sarai mengalami kutukan iri hati, kepahitan, persaingan dan kekejaman. Ketika kita mencoba untuk memenuhi janji Allah melalui usaha dan kekuatan kita sendiri, hal itu akan menghasilkan kutuk dan bukan berkat. Kemudian pada usia 99 tahun, Allah mengubah nama Abram menjadi Abraham, yang berarti bapa bagi banyak bangsa. Tidak lama setelah itu, Abraham berbohong lagi tentang Sarah kepada Abimelek. Jika janji Allah kepada Abraham adalah janji yang bersyarat, Abraham sudah pasti gagal untuk memenuhinya. Tetapi Allah tidak mencari jalan keluar dari perjanjian-Nya. Bahkan, janji yang dibuat Allah kepada Abraham bukanlah yang terutama tentang Abraham, melainkan rencana penebusan seluruh alam semesta melalui Abraham.
Akhirnya setelah Abraham berusia lebih dari seratus tahun, Sarah melahirkan seorang putra, Ishak. Gambar janji Allah untuk membuat Abraham menjadi suatu bangsa yang besar sudah terlihat lebih jelas. Tidak ada seseorang yang pernah mendambakan anak lebih dari pada Abraham. Dia telah menunggu dan berkorban, dan akhirnya istrinya melahirkan seorang anak laki laki, Ishak.
Tapi pertanyaanya sekarang adalah – apakah selama ini Abraham menunggu dan berkorban bagi Tuhan, atau untuk mendapatkan anaknya? Apakah Tuhan hanya alat untuk mencapai tujuan? Atau Tuhanlah tujuan hidup Abraham? Untuk siapakah Abraham memberikan hatinya sepenuhnya?
Kejadian 22:1-8. Ini adalah ujian tertinggi. Bagi Abraham, Ishak adalah segalanya. Allah tidak langsung menyebut Ishak sebagai “Ishak,” tetapi sebagai “anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi.” Kasih Abraham kepada Isaac sudah menjadi sebuah adorasi. Sebelumnya, makna kehidupan Abraham bergantung kepada firman Tuhan. Tetapi sekarang berubah menjadi kesejahteraan dan kebaikan Ishak. Tuhan tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh mengasihi anak kita, tetapi kita tidak boleh membuat apa yang kita kasihi menjadi tuhan palsu.
Kita perlu memahami salah satu karakter Allah, pre-eminence. Ini berarti bahwa Allah harus menjadi yang pertama dalam segala hal. Allah tidak akan pernah mengambil posisi kedua. Dia harus menjadi yang pertama. Itu sebabnya didalam Bilangan, Tuhan menyatakan bahwa setiap anak sulung adalah milik-Nya. Oleh karena itu agar mereka bisa hidup, mereka harus ditebus. Ketika Allah mengatakan kepada Israel bahwa hidup anak sulung itu miliknya, hal ini berarti setiap keluarga berhutang kepada Allah. Dan hutang itu adalah hutang dosa.
Kesokan paginya Abraham bangun dan memulai perjalanan tiga hari. Di dalam perjalanannya, kepala Abraham pasti terisi dengan banyak pertanyaan. “Apakah Tuhan akan menghukum Ishak karena dosa-dosaku? Tapi aku tidak pernah meminta Ishak. Tuhanlah yang berjanji untuk memberikan aku seorang keturunan. Lalu mengapa Ia ingin mengambilnya dari padaku? Bukankah Ishak adalah penggenapan janji Allah kepadaku “?
Kejadian 22:9-14. Apakah arti dibalik kejadian ini? Ada dua hal dibalik kejadian ini. Satu yang Abraham bisa lihat dengan cukup baik dan satu yang dia tidak bisa pahami dengan jelas.
Yang Abraham dapat lihat ialah bahwa tes ini merupakan tentang mengasihi Tuhan lebih dari segalanya. Pada akhirnya Tuhan berkata bahwa Dia tahu bahwa Abraham takut akan Allah. Dalam Alkitab, takut akan Allah tidaklah berarti menjadi ‘ngeri’ kepada Tuhan tetapi mempunyai hati yang berkomitmen penuh kepada-Nya. Takut akan Tuhan berarti mencintai dan mengagumi kebesaran Allah. Dengan kata lain, Tuhan mengatakan “Sekarang aku tahu bahwa engkau mengasihi Aku lebih dari apa pun di dunia ini.”
Ini bukan berarti bahwa Allah sedang berusaha untuk mencari tahu apakah Abraham mengasihi Dia. Allah mengetahui keadaan setiap hati. Tetapi Allah menempatkan Abraham ke dalam perapian, sehingga kasihnya kepada Allah akhirnya bisa timbul murni seperti emas. Bagi Abraham, Ishak adalah segalanya. Jika Allah tidak campur tangan, kasih Abraham kepada Ishak akan melebihi kasih Abraham kepada Allah. Itu akan menjadi penyembahan berhala, dan penyembahan berhala akan merusak kehidupan Abraham.
Allah sebenarnya sedang bermurah hati kepada Abraham. Ishak adalah hadiah yang indah bagi Abraham, tetapi ia tidak aman untuk dimiliki sampai Abraham berhasil mengutamakan Allah. Jika tidak, Abraham akan melakukan apa yang bangsa Israel lakukan ketika mereka memasuki Tanah Perjanjian. Mereka mengenyangkan diri dengan susu dan madu dan berpaling kepada allah lain. Sebelum Abraham harus memilih antara putranya atau ketaatan kepada Allah, ia tidak akan bisa melihat bahwa cinta-Nya kepada Ishak telah menjadi berhala. Dengan cara yang sama, kita tidak bisa menyadari berhala di dalam kehidupan kita sampai kita dihadapkan dengan situasi yang harus memilih diantara kedua pilihan.
Insiden ini juga berbicara tentang sesuatu yang Abraham tidak bisa mengerti dengan baik pada masanya. Kenapa Ishak tidak dikorbankan? Apakah darah domba jantan yang menghapuskan utang dosa dari anak sulung? NO
Bertahun-tahun kemudian, seorang anak sulung terpaku di atas kayu salib. Tetapi di Gunung Kalvari ketika Anak yang dikasihi Allah berseru, “Allahku, Allahku, mengapa engkau meninggalkan Aku?” Surga tetap tenang. Tidak ada domba pengganti yang disiapkan. Pengganti sejati untuk putra Abraham hanyalah Anak Allah satu-satunya, Yesus, yang mati untuk menanggung hukuman kita. Allah yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua. “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” – 1 Petrus 3:18
Jawaban atas penyembahan berhala hati kita, Ishak, adalah untuk mempersembahkan mereka. Kita tidak akan pernah bisa melakukannya dengan mengucapkan abstraksi tentang betapa hebatnya Tuhan. Kita harus tahu dan yakin, bahwa Tuhan begitu senang dan mengasihi kita supaya kita bisa menemukan kepuasan, arti hidup dan keamanan di dalam Dia.
Tapi bagaimana caranya? Allah melihat pengorbanan Abraham dan berkata, “Sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau mengasihi Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tungal kepada-Ku.” Betapa lebih besar lagi dari pengorbanan Yesus di kayu salib yang bisa kita lihat dan berkata kepada Tuhan, “Sekarang, kami tahu bahwa Engkau sangat mengasihi kami. Engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan Anak-Mu yang tungal kepadaku.”Ketika kita menyadari kebesaran hal hal yang Ia sudah lakukan untuk kita, itu akan membuat hati kita bersandar pada-Nya lebih dari yang lain.

Kita tidak akan menyadari bahwa Yesus adalah satu-satunya yang kita butuhkan sampai Yesus adalah satu-satunya yang kita miliki. Hal yang paling menyakitkan dalam hidup kita adalah saat di mana ‘Ishak’ kita sedang terancam atau digeser. Tetapi Abraham mampu melihat melampaui Ishak, dan menemukan Yesus di dalam cerita kehidupanya. Hanya ketika Abraham menemukan arti hidup di dalam Allah, maka aman baginya untuk memliki Ishak. Seringkali Tuhan tampaknya seperti akan menghancurkan kita ketika ia sesunguhnya sedang menyelamatkan kita.
Seperti Abraham, Yesus bergumul untuk menggenapi panggilan Tuhan dalam hidup-Nya. Di taman Getsemani, ia bertanya kepada Bapa apakah ada cara lain. Tetapi pada akhirnya, Ia taat berjalan ke Gunung Kalvari, ke salib. Kita tidak bisa mengetahui semua alasan kenapa Bapa mengijinkan hal-hal yang buruk terjadi di dalam kehidupan kita, tetapi seperti Yesus, kita bisa mempercayai-Nya dalam masa-masa sulit itu.

-Ps Yosia Yusuf-
-ROCK SYDNEY-

Rabu, 21 Maret 2012

KINGDOM AUTHORITY


Lukas 7:1-10, kita harus mengerti sistem Kerajaan Allah bahwa perkataan sang Raja adalah hukum, berbeda dengan perkataan presiden yang harus memperoleh persetujuan lembaga legislatif untuk mensahkan perkataannya atau undang-undang yang dibuat olehnya. Centurion (perwira romawi), mengerti bahwa yang Yesus yang ditemui olehnya bukan sekedar guru tetapi lebih tinggi dari dirinya, dengan memanggil “Kurios”(Tuhan). Bagi orang romawi, yang dipanggil kurios adalah Cesar, tetapi perwira romawi tersebut mengidentifikasi Yesus sebagai Tuhan. Ia mengerti bahwa perkataan Tuhan Yesus adalah hukum yang sah dan berlaku bagi dirinya. Ia menundukkan dirinya dibawah otoritas Tuhan Yesus.

Yesaya 1:19-20, yang dikatakan dalam ayat ini mengenai menurut dan mendengar terangkum didalam satu kata yaitu “obey” (taat/tunduk). Yesus menundukkan diri-Nya kepada Bapa Surgawi dan tunduk kepada orang tua-Nya didunia. Menjadi contoh ketaatan yang luar biasa, walaupun sistem pemerintahan didunia sangat berbeda dengan sistem pemerintahan Kerajaan Allah. Pemerintah dunia mempergunakan otoritas dengan kekerasan untuk mencapai tujuannya sendiri, sedangkan Kerajaan Allah mempergunakan otoritas untuk memberikan yang terbaik bagi warga negaranya ...”you shall eat the good of the land” (kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu).

Rahasia dari otoritas adalah penundukkan diri kepada Firman Tuhan dan otoritas didunia, itu yang membuat kita beroleh otoritas. Promosi tidak bisa didapatkan diluar sistem. Perwira ini mengerti bahwa yang dihadapi itu lebih tinggi dari Cesar, perkataan-Nya berkuasa karena Dia adalah Tuhan. Yeshua is heaven, heaven is Yeshua (Yesus adalah surga dan surga adalah Yesus).
Ayub 36:11-12, disaat kita taat dan melayani Dia maka hari-hari kita bukan hanya dalam kemakmuran tetapi kenikmatan hidup juga diberikan oleh-Nya. Seorang prajurit mengerti bahwa tujuannya hanyalah untuk berkenan kepada komandannya. Kita pun demikian, hidup berkenan dihadapan Raja kita, karena tujuan otoritas adalah untuk melindungi kita. Tuhan Yesus menurut kepada otoritas didunia, Dia membayar pajak kepada Kaisar, membayar pajak dirumah Allah. Dia berkuasa karena Dia menundukkan diri kepada Bapa-Nya, Yohanes Pembaptis, Pontius Pilatus. Bagaimana dengan kita? Firman Tuhan memberikan reward kepada mereka yang menundukkan diri. Taat kepada orang tua maka panjang umur dan diberkatilah kita dimuka bumi ini.

Yakobus 4:7, Tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis! Tunduk kepada Tuhan, adalah tunduk kepada lembaga-lembaga yang ditunjuk oleh Tuhan, bayarlah pajak saudara, di Kerajaan Allah pun ada pajak, yaitu perpuluhan. Yesaya 48:17-19, perpuluhan itu kita kembalikan kepada Tuhan untuk kepentingan kita sendiri, hidup kita diberkati karena itulah kehendak Raja kita.

Tujuan dari otoritas supaya kita beroleh otoritas dan diberkati. Maksimum productivity terjadi disaat kita menundukkan diri. Tema bulan ini adalah Be Patient, kita belajar untuk tunduk kepada otoritas. Tunduk dalam bahasa yunaninya adalah: Hupotasso yang artinya taat, tunduk. Digunakan sebagai istilah dalam kemiliteran untuk mengatur bagian-bagian dalam keprajuritan yang bergerak dibawah komando dari pemimpinnya. 
Hari ini kita sadar untuk menundukkan diri dibawah Raja kita, tunduk kepada Firman-Nya, maka kita akan mengalami otoritas Ilahi itu nyata dalam kehidupan kita, yang memampukan kita untuk keluar lebih dari pemenang dalam segala perkara, dan menyatakan Kerajaan Allah dimanapun kita berada.

-PS.TIMOTIUS ARIFIN-
-ROCK JAKARTA-