Teruslah berjalan dalam kebenaran walau itu adalah penyebab kematianmu!!
Tampilkan postingan dengan label #Literature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Literature. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2012

Di Balik Air Terjun


Tanggal 9 Juli 1960 Roger Woodward, tujuh tahun, dan kakak perempuannya Deanna yang berumur tujuh belas tahun, pergi berperahu. Mereka adalah tamu Jim Honeycutt, seorang teman dari Air Terjun Niagara, New York, yang mengajak mereka ke sungai Niagara, di suatu tempat sebelum air terjun.

  (Roger dan Deanna Woodward)

Kegembiraan terhenti ketika mesin perahu mulai bermasalah, dan arus mulai membawa mereka ke hilir. Saat Jim berusaha keras untuk menyalakan mesin, mereka mulai terombang-ambing dalam air deras, dan tiiba-tiba saja perahu terbalik, melemparkan mereka bertiga ke dalam sungai.

(air terjun Niagara)

Jim langsung terbawa arus, dan dalam saat mengerikan, terlempar ke air terjun dan terbunuh, jenasahnya hanyut ke tepian empat hari kemudian. Deanna diangkat dari sungai sekitar dua puluh kaki dari pinggiran air terjun oleh dua turis dari New Jersey.

Tetapi Roger, yang hanya mengenakan celana renang dan pelampung karet oranye, terlalu jauh dari tepian sungai untuk diselamatkan. Menggapai-gapai panik di tengah arus, ia melihat gemuruh air terjun mendekat dengan cepat, tetapi ia tidak berdaya untuk menghentikan dirinya atau bahkan mengurangi kecepatan. Saat orang-orang lewat memandang dengan ngeri, ia tercebur ke tengah air, kabut, dan udara, terjebak dalam kekuatan dahsyat air terjun Canadian Horseshoe, terguling ke bawah dengan kepala lebih dulu ke dalam jurang.

Perahu turis "Maid of The Mist" baru saja berbelok menjauhi air terjun ketika awaknya melihat bintik oranye kecil, terapung-apung di dasar air terjun. Pemeriksaan lebih dekat memperlihatkan seorang anak lelaki kecil yang kaget dan menangis. Para pekerja menarik Roger dari air, dan ia segera dilarikan ke rumah sakit, di mana ia dirawat tiga hari akibat geger otak ringan sebelum diizinkanpulang.

(detik-detik penyelamatan Roger)

Tiga puluh tahun berlalu dan Roger Woodward kembali ke air terjun Niagara untuk memberikan kesaksiannya di Gereja Glengate Alliance. Jemaat terdiam saat ia menceritakan kisahnya yang ajaib, rasa panik yang dirasakannya ketika ia terseret arus tanpa daya ke air terjun, kemarahan yang ia rasakan karena tidak seorang pun di tepi sungai bisa menolongnya, kilas-kilas balik yang ia alami saat dalam hati ia mengucapkan selamat tinggal pada orangtua dan anjing dan mainan-mainannya.

"Bukan tangan takdir (yang menyelamatkan saya)," katanya pada jemaat. "Bukan pula tangan keberuntungan. itu adalah Roh Tuhan yang hidup yang menyelamatkan saya hari itu, dan menyelamatkan kakak saya, dan memberi kami pengharapan bahwa suatu hari kami akan mengenal Dia." _^

 (Roger dan Deanna Woodward-30 tahun kemudian)

Minggu, 11 Maret 2012

Malaikat di Titanic


Charles Herbert Lightoller adalah pria tinggi yang tampan, kulitnya berwarna tembaga, dan memiliki suara yang berat dan indah. Ibunya meninggal saat ia masih bayi, ayahnya meninggalkannya, dan ia melarikan diri ke laut pada usia tiga belas tahun. Pada tahun 1912, ia merupakan pelaut yang dihormati di White Star Line dan ditugaskan dalam pelayaran perdana kapal pesiar terbesar yang pernah dibangun, Titanic.

Ia baru saja mulai terlelap tanggal 14 April ketika merasakan benturan dalam gerakan maju kapal. Melompat dari ranjangnya, ia segera mendengar bahwa Titanic telah menabrak gunung es. Ketika kengerian malam itu berlanjut, Lightoller akhirnya menemukan dirinya berdiri di atap kabin perwira, air menyapu kakinya saat ia membantu siapa saja ke dalam sekoci. Akhirnya tidak ada lagi yang bisa dilakukan Lightoller kecuali melompat dari atap ke perairan Atlantik Utara yang sedingin es.

Air dingin bersuhu dua puluh delapan derajat F yang mengenai tubuhnya yang berkeringat membuatnya terperanjat, dan saat ia berusaha menguasai diri kembali dan berenang menjauhi kapal, tiba-tiba ia tersedot kembali dan terjepit ke jeruji ventilasi di dasar cerobong yang mengarah ke ruang ketel uap nomor enam. Ia terjepit, tenggelam bersama kapal.

Tiba-tiba Mazmur 91:11 terlintas jelas dipikirannya: “Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu..”
Tepat pada saat itu, semburan udara panas meledak dari lambung kapal, meluncurkan Lightoller seperti peluru kendali ke permukaan samudera. Akhirnya, ia berhasil meraih seutas tali yang terikat ke sisi sekoci yang terguling, dan mengapung bersamanya sampai berhasil menarik dirinya ke atas perahu terbalik itu.

Ia membalikannya dan menyaksikan saat-saat terakhir Titanic. Buritannya terangkat ke udara sampai kapal itu “ berada dalam osisi tegak lurus sempurna”. Kemudian perlahan-lahan tenggelam ke air, dengan hanya bunyi riak kecil ketika buritannya lenyap di bawah gelombang.

Ada sekitar tiga puluh pria di atas sekoci, dan bersama-sama mereka mengucapkan Doa Bapa Kami, kemudian Lightoller memimpin perahu itu dan membawa mereka ke tempat aman.
“Pangeran Penghotbah” Inggris, Charles Spurgeon, pernah memberitahu Jemaatnya: Saya tidak tahu bagaimana harus menjelaskan ini; saya tidak bisa menceritakan bagaimana; tetapi saya percaya bahwa para malaikat banyak terlibat dalam urusan-urusan di dunia ini.
Anda tidak sendirian..

Sabtu, 10 Maret 2012

Gencatan Senjata Natal


Kisah ini sudah diceritakan dalam berbagai versi, tetapi ini adalah versi hasil riset yang muncul di surat-surat kabar seluruh AS pada tanggal 25 Desember 1994 dari Associated Press, dan beersumber dari London. Saya menemukannya di surat kabar kampong halaman saya, Elizabethan Star.

Delapan puluh tahun yang lalu, di hariNatal pertama Perang Dunia I, pasukan Inggris dan Jerman meletakkan senjata mereka dan merayakannya dengan damai di zona netral antara parit-parit perlindungan.
Sesaat, perang berhenti.
Di beberapa tempat, perayaan dimulai ketika pasukan-pasukan Jerman menyalakan lilin di pohon-pohon natal di tembok pertahanan mereka, sehingga para prajurit penjaga inggris beberapa ratus meter dari sana bisa melihatnya.

Di tempat lain, Inggris yang bertindak lebih dulu, menyalakan api unggun dan melepaskan roket-roket kembang api.
Prajurit Oswald Tilley dari Brigade Senapan London menulis pada orang tuanya: “bayangkan sementara kalian makan kalkun dll, saya berbicara dan berjabat tangan dengan orang-orang yang beberapa jam sebelumnya berusaha saya bunuh! Itu benar-benar mencengangkan.”
Kedua pasukan menerima banyak penghiburan dari rumah dan merasa murah hati serta berbaik hati pada musuh mereka di musim dingin pertama perang, sebelum pertempuran-pertempuran luas yang melelahkan dimulai tahun 1915, dan akhirnya merengut sepuluh juta nyawa.
Sepanjang garis pertempuran pada Hari Natal itu, para prajurit menemukan bahwa musuh mereka sangat mirip dengan mereka harus saling bunuh.
Para jenderal terguncang. Catatan-catatan harian dan pernyataan para Panglima menunjukan kecemasan, jika hal tersebut meluas maka itu dapat melemahkan keinginan pasukan untuk bertempur.
Para prajurit dalam seragam khaki dan abu-abu saling menyanyikan lagu Natal, bertukar hadiah tembakau, selai, sosis, cokelat, dan minuman beralkohol, bertukar nama dan alamat dan bermain sepak bola di antara lubang-lubang peluru meriam kosong dan kawat berduri. Mereka bahkan saling mengunjungi parit pertahanan masing-masing.
Saat ini, kejadian itu disebut “Gencatan Senjata Paling Terkenal Dalam Sejarah Militer” oleh produser televise Inggris Malcolm Brown dan periset Shirley Seaton dalam buku mereka, “Christmas Truce,” diterbitkan tahun 1984.

Dan namaNya akan disebut . . . Raja Damai –yesaya 9:6     ^_^

Sabtu, 03 Maret 2012

Suara Ayahnya

Umurnya empat puluh lima tahun ketika dokter memberitahu ia sedang sekarat. Terhenyak dalam kesunyian, Jonathan Thigpen dari Wheaton, Illinois, mencoba memusatkan pikirannya yang teraduk-aduk pada diagnosis dr. O'Riley yang disampaikan datar. Amyothrophic Lateral Sclerosis. ALS. penyakit Lou Gehrig. Penyakit kejam yang tidak bisa disembuhkan, ditandai dengan kelemahan otot progresif dan berakhir dengan kelumpuhan dan kematian. Lima puluh persen pasien ALS meninggal dalam rentang waktu delapan belas bulan setelah diagnosis. Penyebabnya tidak diketahui, dan tdak ada obatnya. selalu mematikan. Mungkin setahun; dua tahun paling lama.

Tetapi itu tidak mungkin. ini bukan bagian dari rencana. Jonathan relatif muda dan bahagia dalam pernikahannya. Putrinya di SMU, dan ia sendiri sedang berusaha meraih gelar Doktor. Sebagai ketua Asosiasi Pelatihan Injili, ia memberikan bahan-bahan Pendidikan Kristen bagi gereja-gereja dan sekolah-sekolah di seluruh dunia.

Mungkin setahun? Dua tahun paling lama?
Belakangan Jonathan mengenang, saya ingat berjalan keluar dari ruang praktek dokter di Carol Stream, Illinois, dan jauh di dalam lubuk hati saya ada rasa ketakutan luar biasa. Saya tidak bisa menggambarkannya selain dengan mengatakan rasanya seperti dibungkus sesuatu yang begitu gelap dan mengerikan sampai saya tidak bisa menggambarkannya.

Tepat sebelum kegelapan menelannya habis-habisan, ia mendengar suara yang akrab berbicara jelas dalam pikirannya. Jonathan adalah putra seorang Pendeta,dan sejak kecil, ia melihat bagaimana setiap malam setelah makan, ayahnya menghilang selama satu atau dua jam. Selama bertahun-tahun, Jonathan tidak tahu ke mana ayahnya pergi. Tetapi suatu hari, ayahnya mengajaknya ikut, dan sejak saat itu mereka menghabiskan awal-awal malam untuk mengunjungi rumah-rumah sakit bersama. Di setiap perhentian Dr. Thigpen bercakap-cakap singkat dengan pasien, tersenyum, menunjukan kepedulian dengan pertanyaannya, kemudian mengeluarkan Perjanjian Baru dan Mazmur kecilnya.

Berulang kali, Jonathan mendengar ayahnya membaca dari Mazmur 46:

"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan; 
sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. 
Sebab itu kita tidak akan takut, 
sekalipun bumi berubah, 
sekalipun gunung-gunung goncang didalam laut".

Kini dalam saat terburuk di hidup Jonathan, suara ayah kandungnya dan suara Bapa Sorgawinya bersatu dalam bilik ingatannya, dan kata-kata itu bergema sampai nyaris benar-benar terdengar dalam pikirannya. Pengaruhnya menakjubkan.

Pada saat saya naik ke mobil saya, awan kegelapan itu sudah terangkat, karena saya menyadari bahwa Tuhan masih memegang kendali. Saya tidak punya lebih banyak jawaban daripada ketika saya keluar dari ruang praktek dokter lima menit yang lalu, tetapi saya bisa mengatakan ini: "Ketakutan tidak dapat bertahan di hadapan iman dan Tuhan yang tidak berubah. Ketakutan saya telah pergi".


Pada bulan-bulan sesudahnya, tubuh Jonathan melemah, tetapi jiwnya semakin kuat saat ia berpergian melintasi negeri untuk berbagi Mazmur 46, memberikan kekuatan kepada sesama penderita, dan mengingatkan para pendengarnya tentang perlindungan dan kekuatan kita - Tuhan terbuti penolong dalam keseakan. _^

Jumat, 02 Maret 2012

Goodbye past


Selamat Tinggal Masa Lalu..


Ini saatnya saya say good bye sama “hantu masa lalu” alias ketakutan-ketakutan yang selama ini menghantui saya. Baru-baru ini saya baca buku Lets’ Just Be Friend- Ketika Hubungan Kasih Harus Berakhir, karangan H. Norman Wright. Salah satu puisi di dalam buku itu ada di tulisan saya yang lalu *Allah yang Manusiawi*

Ketika saya baca buku itu, saya emank lagi sedikit sedih, lagi patah hati. But buku itu bener-bener menguatkan saya. Terutama karena buku itu membicarakan beberapa hal yang dulu ketika saya putus belum saya selesaikan. Salah satunya adalah masalah ketakutan.

Guys, saya punya banyak luka di masa lalu, terutama yang berhubungan dengan co. Cukup banyak. Nah pas saya baca buku itu saya baru sadar, salah satu alasan kenapa saya selalu ‘gagal’ adalah karena saya dikuasai oleh ketakutan *Alasan laen emank belon waktu-Nya Tuhan hehehe*. Karena saya sedemikian takutnya untuk ditolak, untuk disakiti, saya jadi bersikap begitu rupa sehingga saya benar-benar ditolak lagi!! Ketakutan saya justru jadi kenyataan.

Yah saya melihat pola yang sama yang selalu berulang. Ketika seorang co pergi, saya meratap, tapi ketika ada orang lain yang mau masuk, saya ketakutan. Dan karena saya ingin melindungi diri saya demikian rupa, saya bersikap dengan begitu hati-hati dan penuh kecurigaan yang justru pada akhirnya membuat kejadian yg sama berulang kali. Dan ketika co yang kedua bener-bener pergi, saya meratap lagi …

Dan ada suara yang bicara “ Tuh kan … kamu sih!! Udahlah ngga ada gunanya kamu deket2 ama co, semuanya begitu! Kamu itu cuman menyakiti diri kamu sendiri. Nobody wants you!! Kamu coba berapa kali pun kejadiannya akan tetep sama. Udahlah … give up aja”

Itu berulang berkali-kali … dan suara yang sama selalu mengatakan hal yang intinya sama. “Nobody wants you! Kamu itu ngga cantik, ngga akan ada yang mau sama kamu … tuh kan kamu digituin lagi kan … udahlah.”

Dan begonya saya selalu berpikir, itu suara saya. Dan saya percaya dengan kata-kata itu! Saya percaya hal yang sama akan terus menerus berulang. Saya percaya saya tidak layak dikasihi, saya percaya tidak akan ada co yang mau sama saya …

Padahal guys, semuanya itu BOHONG. Tapi karena saya percaya pada kebohongan setan, setan punya peluang untuk membuat itu terjadi. Semakin terjadi semakin saya percaya. Padahal itu semuanya kebohongan …

Guys, saya sudah terlalu lama membiarkan diri saya dikuasai ketakutan. Dikuasai masa lalu. Dan itu justru membuat saya cape … gimana ngga cape guys, kalau benernya cuman 1 co yg nyakitin tapi saya mengenang semua luka yg dibawa ama co pertama yang nyakitin saya ampe co yg terakhir!! Gileee … en saya selalu berpikir, abis ini nanti pasti begitu lagi. Oh no!!

Saya bersyukur Tuhan izinkan saya baca buku itu. Pikiran saya terbuka, hati saya terbuka. Dan saya jadi punya iman : p Saya jadi belajar untuk menatap masa depan saya dengan penuh harapan. *jujur kemaren saya baru aja kirim email ke sahabat saya en saya bilang, saya takut dengan masa depan. Gimana caranya saya bisa jatuh cinta lagi sama co? Rasanya udeh ngga mungkin …*

Guys, menutup masa lalu, menutup luka-luka itu sama sekali bukan hal yang mudah. Tapi saya tau, saya harus lakukan itu! Kalau ngga saya menghancurkan hidup saya sendiri. Sudah waktunya buat saya untuk bangkit dan melangkah maju. Saya ngga mau setan terus menerus mengambil kesempatan untuk menghancurkan hidup saya dalam bidang ini.

Saya percaya bahwa ada masa depan yang sungguh cerah buat saya. masa depan yang Tuhan sediakan.

Guys, kalau kalian baca tulisan saya yang ini, jangan kalian pikir saya sudah menang. : D saya masih berjuang *makanya jgn heran kalau kadang keliatannya saya dah kuat, eh kapan ntar kok tiba2 balik lagi. Proses guys … prosessss hahaha.* dan akan terus berjuang sampai saya bisa mempersembahkan bagian ini untuk kemuliaan Tuhan.

Ngga ada yang instant, dan saya tau untuk keluar dari bayang-bayang masa lalu bukan hal yang mudah. Tapi buku itu juga menguatkan saya dengan bilang, ada proses yang memang harus dilewati, ada waktu yang dibutuhkan, justru kalau saya mencoba untuk menghindari proses itu, saya justru makin berputar-putar ngga jelas. Hehehe.

Guys, kalau kalian ada di dalam masalah yang sama dengan saya, jangan takut. Ada masa depan buat kita. Ada pengharapan. Dan jangan pernah percaya ama tipuan setan!! Tapi kita harus sabar guys …

Ada waktu untuk segala sesuatu. Jangan dengerin orang-orang di sekitar kalian yang terus menerus menekan dan memaksa kalian buat cepat pulih!! Saya tau rasanya seperti apa … nyebelin bangeeettt!! : (( jatuhkan diri kalian di dalam tangan kasih Tuhan.


Selamat tinggal masa lalu,
selamat tinggal ketakutanku,
sudah sekian lama kita bersama,
berat juga rasanya melepaskanmu
tapi aku tahu,
kau menghancurkan hidupku


waktu kita sudah habis
biarkan aku bahagia dengan hidupku
biarkan aku menyambut masa depanku


selamat tinggal masa lalu

Kamis, 01 Maret 2012

A long process






Sebuah Proses Panjang




Rajawali adalah burung yang cukup terkenal karena ketangguhan dan kegagahannya. Rajawali memiliki beberapa keistimewaan yang seringkali diangkat untuk dijadikan gambaran penting bagi kehidupan manusia. Dari semua jenis unggas, rajawalilah yang bisa mencapai usia paling panjang. Rajawali bisa mencapai usia 70 tahun, tetapi usia sepanjang itu tidak didapatkan begitu saja. Ada tahap di mana seekor rajawali harus membuat keputusan pentingdemi kelangsungan hidupnya. Keputusan itu tidak mudah dan bisa dibilang menyakitkan, tetapi itulah yang harus ia lakukan jika ingin bertahan hidup lebih lama.

Memasuki usia yang keempat puluh, tubuh seekor rajawali akan menunjukkan tanda-tanda penuaan. Ini ditandai dengan paruh yang semakin panjang dan juga bengkok ke arah tubuhnya, sehingga lama-kelamaan paruh tersebut akan menyentuh dadanya. Begitu pula dengan cakar-cakarnya, tidak sekuat dulu lagi karena termakan usia. Bulu-bulu sayapnya menebal tak beraturan dan menjadi berat, sehingga sulit baginya untuk terbang dengan lincah. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka yang akan terjadi pada rajawali tersebut adalah kematian. Mau tidak mau ia harus menentukan pilihan. Mati atau melalui sebuah proses panjang yang menyakitkan selama 150 hari.

Umumnya rajawali memilih untuk melalui proses menyakitkan tersebut dengan berusaha sekuat tenaga terbang ke puncak gunung. Di sanalah ia membuat sarang di sebuah tebing yang tinggi. Di sarang itulah ia tinggal dan memulai proses panjang yang akan mendatangkan pembaruan baginya. Proses pemabaruan dimulai dari paruhnya yang sudah terlalu panjang dan bengkok. Paruh tersebut akan dipatuk-patukkan pada batu karang sampai akhirnya paruh tersebut lepas. Setelah paruh lepas, ia akan berdiam diri lagi selama beberapa waktu hingga tumbuh paruh baru. Dengan paruh yang baru itu, ia akan mencabut cakar-cakarnya. Setelah mencabut cakar-cakarnya, ia akan menunggu lagi sampai tumbuh cakar baru. Setelah cakar baru tumbuh, maka ia akan mencabut bulu-bulunya dengan cakar baru itu. Setalah 150 hari atau sekitar 5 bulan, bulu-bulu yang baru akan tumbuh. Rajawali kini bisa terbang kembali dengan kekuatan dan penampilan yang sudah dibarui.

Ada saat-saat tertentu di dalam kehidupan ini di mana kita perlu berdiam diri dan membuat satu pilihan yang penting yang akan mendatangkan transformasi atau perubahan hidup. Kita menginginkan sebuah kehidupan yang lebih bermakna, yang berbeda dengan kehidupan kita yang lama. Suatu perubahan sikap, cara berpikir, dan tindakan yang menjadikan kita manusia-manusai rajawali yang Tuhan harapkan. Proses menuju perubahan itu terkadang menyakitkan, karena kita harus rela membuang kebiasaan-kebiasaan lama dan mengenakan sifat serta kebiasaan baru sebagaimana yang Tuhan inginkan.

Rabu, 29 Februari 2012

Vesper is interrupted by the Lord


Doa Malam yang Diinterupsi TUHAN


Bapa di surga …
Ya?

Jangan menyela. Aku sedang berdoa.
Tapi kamu memanggil-Ku.

Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.
Bapa di surga….
Nah, ya'kan, kamu melakukannya lagi.

Melakukan apa?
Memanggil-Ku. Kamu bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?

Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.
Oh, baiklah. Teruskan.

Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu…..
Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?

Apa?
Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?

Aku…yah…aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.
Oh, baiklah. Teruskan…

Teruskan?
Ya, teruskan doamu.

Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …
Apakah kamu bersungguh-sungguh?

Ya, tentu saja.
Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?

Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.
Apakah Aku berkuasa atasmu?

Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak…
Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang…semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?

Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.
Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya……seperti kamu misalnya.

Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya.Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.
Maksudmu orang-orang seperti Dion?

Dion?
Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.

Dion … tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.
Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?


Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin…
Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.

Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.
Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap Misa.

Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari “Pengkritikan- ku"? Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.
Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu kan? Ayo...

Aku tidak mau.
Kenapa tidak mau?

Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.
Ayo, coba dan lihatlah.

Ampunilah segala dosaku … dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.
Bagaimana dengan Billy?

Nah, betul kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan , ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!
Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?

Aku tidak bersungguh-sungguh.
Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya kan?

Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.
Kamu mau tahu suatu rahasia?

Rahasia apa?
Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.

Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.
Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.

Sungguh, apa pun yang terjadi?
Sungguh, apa pun yang terjadi.Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.

Oh, ya …bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.
Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.

Apa maksud-Mu, Tuhan?
Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana . Sebagian dari yang ditawarkan di sana , cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan … dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.

Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.
Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.” Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?

Hmmm, aku tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film tentang….Astaga!
Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? “Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya'kan?

Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.
Baik, lanjutkan doamu.

Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?
Ya, setiap kata setiap saat.

Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?
Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.

Tidak. Aku dapat hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya.
Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.

Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?
Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu.Selamat malam. Aku mengasihimu.

Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.

Selasa, 28 Februari 2012

Do it Right Now!


Lakukanlah Sekarang Juga !!!



Kita mungkin punya sebongkah impian indah, segudang rencana, setumpuk ide cemerlang, tetapi semua itu tidak akan menghasilkan apapun, jika kita tidak berani memulai dengan langkah pertama. Hal ini mengingatkan saya pada ciri-ciri manusia yang menurut saya ada empat tipe tentang teori dan praktek.

Tipe pertama, yaitu orang yang tidak punya teori sekaligus tidak praktek.
Orang seperti ini tidak memiliki semangat dan tidak mau belajar. Kehidupannya tanpa tujuan, tanpa gairah. Hidup hanya dijalani ala kadarnya. Inilah pilihan orang–orang gagal. Mungkin tipe ini menjadi bagian terbesar dari sebuah masyarakat yang tertinggal.

Tipe kedua, orang yang punya teori tetapi tidak praktek.
Inilah tipe orang yang senang mengumpulkan serta menyerap berbagai macam teori. Namun sayang, segudang teori yang dimilikinya, tidak mampu dipraktekan dengan tindakan nyata. Jadi, yang ada hanya teori kosong alias NATO, No Action Theori Only!

Tipe ketiga, yaitu orang yang tidak punya teori tetapi mampu praktek.
Mampu menjalankan seperti yang diteorikan orang lain. Inilah tipe orang yang berorientasi pada tindakan, mau belajar dari pengalaman, teori, maupun kebijaksanaan orang lain. Tipe orang ketiga ini mungkin pada awal melangkah akan mengalami berbagai macam gangguan, kesulitan, bahkan kegagalan. Namun dia menyadari semua itu harus dihadapi sebagai pembelajaran dan pematangan mental. Di sinilah letak para otodidak sejati yang belajar melalui keberanian tindakan.

Tipe keempat, orang yang punya teori sekaligus mampu memprakteknya.
Sudah pasti tipe ini adalah orang yang mantap dan matang mentalnya, karena tertempa oleh banyaknya problem kehidupan yang mampu dikendalikan dan diatasi. Inilah tipe orang sukses yang paling ideal. Tipe orang yang optimis, punya visi, sekaligus berani melangkah.

Ingin menjadi type yang manakah Anda? Semua pilihan tergantung di tangan Anda. Life is not theory. Life is action! Milikilah mimpi dan visi yang besar serta bertindaklah !!! Ingat iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (Yakobus 2:26) dan perbuatan-perbuatan seseorang menggambarkan betapa besar imannya (Yakobus 2:18). Bertindaklah sekarang juga dan percayalah bahwa ketika anda tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam anda maka apa saja yang anda perbuat pasti berhasil (Mazmur 1:3) sebab Tuhan menyertai anda kemanapun anda pergi. God bless you..