Teruslah berjalan dalam kebenaran walau itu adalah penyebab kematianmu!!

Rabu, 01 Februari 2012

Father secret


Rahasia Papa


Bagi seorang yang sudah dewasa, yang sudah jauh dari orangtua, akan sering merasa kangen dengan mamanya. Bagaimana dengan papa?

Mungkin karena mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaan setiap hari. 
Namun, tahukah Anda, jika ternyata papalah yang mengingatkan mama untuk meneleponmu?

Saat kecil, mamalah yang lebih sering mendongeng. 
Namun, tahukah Anda bahwa sepulang papa bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan apa yang Anda lakukan seharian.

Saat Anda sakit batuk atau pilek, papa kadang membentak "sudah dibilang! jagan minum es!".
Namun, tahukah Anda bahwa papa khawatir?

Ketika Anda remaja, Anda menuntut untuk mendapat ijin keluar malam. Papa dengan tegas berkata "tidak boleh!"
Sadarkah Anda bahwa papa hanya ingin menjagamu? Karena bagi papa, Anda adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat Anda bisa lebih dipercaya, papapun melonggarkan peraturannya. Anda akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan papa adalah menunggu di ruang tamu dgn sangat khawatir.

Ketika Anda dewasa dan harus kuliah di kota lain. Papa harus melepasmu.
Tahukah Anda bahwa badan papa terasa kaku untuk memelukmu? Dan papa sangat ingin menangis.

Di saat Anda memerlukan ini itu, untuk keperluan kuliahmu, papa hanya mengernyitkan dahi, tetapi tanpa menolak, beliau memenuhinya.

Saat Anda diwisuda. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dan bangga.

Sampai ketika pasangan hidupmu datang untuk meminta ijin mengambilmu dari papa.
Papa akan sangat berhati-hati dalam memberi ijin. Dan akhirnya..

Saat papa melihatmu duduk di pelaminan bersama seseorang yang dianggapnya pantas, papapun tersenyum bahagia.

Apa Anda tahu,bahwa papa sempat pergi ke belakang dan menangis? Papa menangis karena papa sangat bahagia. Dan iapun berdoa "Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik.
Bahagiakan putra/i kecilku yang manis bersama pasangannya".

Setelah itu papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu.

Ketulusan Cinta Dalam Sebuah Harapan


Perih …. Sakitnya hatiku ….
Membuatku menghindar darimu ….
Tuk sejenak ingin melupakanmu ….
Berharap tak menganggumu ….
Menghalangi kebahagiaanmu dengannya ….
Namun ku tak bisa tuk bohongi perasaanku ….
Kuingin bisa meninggalkan sudut ditiap malamku ….
Yang selalu menyudutkan perasaanku ….
Yang begitu Dalam ….
Sedalam – dalamnya lautan tak bertuan ….
Karena ku yakin ….
Aku takkan pernah bisa dan mampu meninggalkanmu ….
Seperti kau meninggalkan diriku …. Sendirian ….
Ku tetap mencintaimu ….
Dan tetap masih ….
Ku tetap merindukan ….
Meski kau tak pernah merindukanku ….
Ku slalu memaafkan kesalahmu ….
Meski kau terus sakiti hati ….
Ku tetap menerima seribu kata maaf ….
Walau itu tak pernah terucap dari bibir manismu ….
Aku hanya bisa bersedih ….
Dan terus berandai-andai ….
Dalam buaian cintaku padamu ….
Andai saja …. Aku jadi milikmu ….
Andai saja …. Kau pun mencintai aku ….
Tuk akhiri kesendirianku ….
Kasih ….
Sesunguhnya kuingin terus bersamamu ….
Kuingin memahami isi hatimu ….
Kuingin merasuk dan menjadi abadi dalam jiwamu ….
Kuingin mengalir dan menjadi satu bersama darahmu ….
Kuingin hidup dan menjadi nyawa dalam cintamu ….
Kasih ….
Sampai akhir dekapanmu ….
Akhir penantianku ….
Bahkan sampai akhir batasku ….
Ku akan selalu menyertaimu ….
Dalam nada-nada tanda tanyamu ….
Ku akan memelukmu hingga ….
Detak jantungmu menyatu bersamaku ….
Ku akan bersemayam ….
Dalam kenangan lalu yang akan kuingat selalu ….
Yang menjadi sayu ….
Kala kutahu kau tak lagi bersamaku ….
Hingga akhir hidupku ….
Ku menjadi padu ….
Dalam buaian tanah yang saling beradu ….
Menjadi lagu yang dinyanyikan dengan pilu ….
Menjadi senja yang selalu menampakkan warna kelabu ….
Yang kuinginkan satu tujuan ….
Sebuah kenyataan ….
Bukan impian ….
Bukan harapan ….
Bukan alasan ….
Melainkan ….
Satu kepastian ….
Sampai kapanpun itu ….
Tuk kau menjadi milikku ….
Tuk bersamamu ….
Tuk memilikimu seutuhnya ….
Tuk cintaku ….
Dan untuk dirimu ….
Ku akan nantikan saat itu kembali lagi ….
Saat kau dan aku bersama lagi ….